Sabtu, 16 Februari 2008

Thailand Lumbung Padi Dunia


Jika ada yang disebut lumbung padi dunia, maka salah satunya adalah kawasan Suphan Buri, sekitar 150 km dari ibukota Thailand, Bangkok.

Suphan Buri merupakan propinsi dengan tingkat produktifitas padi tertinggi di Thailand, dan Thailand selama beberapa tahun merupakan eksportir beras terbesar di dunia.

Lahan di Suphan Buri bisa menghasilkan panen sampai 4 kali setahun, dan kesuburan tanah itu membuat warganya terbebas dari beban hutang.

Beberapa tahun lalu, para petani di Suphan Buri terlilit hutang namun harga beras yang meningkat terus telah meningkatkan pendapatan mereka.

Tahun ini harga beras meningkat sampai 50% dibanding tahun lalu dan diperkirakan masih akan terus meningkat.

Berdasarkan indeks harga pangan dari Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian, harga beras akan mencapai tingkat tertinggi dalam waktu 20 tahun.

"Situasinya tidak diperkirakan amat baik buat kami," kata Sawan Katawut yang menjabat Ketua Perkumpulan Petani Suphan Buri.

"Mungkin karena bencana alam di negara-negara lain atau masalah harga beras di sejumlah negara, namun jelas merupakan hal yang baik buat kami," kata pria berusia 76 tahun itu.

Komoditas vital

Dalam pertemuan wilayah Badan Pangan Dunia, WFP, harga pangan dunia yang meningkat menjadi salah satu pusat perhatian.

"Bagi jutaan orang di Asia, ini merupakan krisis yang nyata," kata Tony Banbury, Direktur WFP untuk kawasan Asia.

"Bayangkan keluarga anda terdiri dari 4 orang, mendapat US$ 1 per hari dan menghabiskan 70% untuk pangan, tiba-tiba harganya meningkat dua kali lipat. Jelas anda tidak mampu," katanya.

Beras merupakan komoditi yang penting, sebagai bahan pangan dari sekitar 2/3 penduduk dunia dan sebagian besar diproduksi secara lokal.

Hanya sekitar 7% saja yang diperdagangkan di pasar internasional, namun jumlah itu amat vital bagi penduduk Bangladesh dan Afghanistan, yang amat tergantung pada impor beras.

Beras juga merupakan komoditi yang politis karena sering dilihat dalam kaitan dengan keamanan dan kesejahteraan di sejumlah negara Asia.

Eksport berkurang

Jepang, yang merupakan salah satu negara industri kaya, tetap menjaga stok beras yang cukup besar.

Padahal dalam kondisi ekonomi sekarang, Jepang tentu mampu membeli beras di pasar internasional walau dengan harga yang tinggi.

Dan sejalan dengan meningkatnya harga beras dunia, beberapa negara pengekspor beras menghentikan ekspor karena keinginan untuk menjaga stok dalam negeri.

Dalam waktu beberapa tahun belakangan, India dan Vietnam --yang merupakan negara pengeksport terbesar kedua dan ketiga-- sudah menghentikan eksport.

Sementara itu Cina --yang merupakan konsumen beras terbesar di dunia-- pada sisi lain merupakan pengeksport ke Korea Utara, yang beberapa waktu dilanda kekurangan pangan.

Dalam situasi ini, semua negara menginginkan beras dari Thailand, yang memang selalu menghadapi surplus beras.

Berbeda dengan negara-negara penghasil beras lainnya, yang juga menghadapi tingkat konsumsi yang meningkat, maka Thailand justru sudah mencapai tingkat pendapatan yang menyebabkan turunnya konsumsi beras.

Hal ini disebabkan tingkat pendapatan yang tinggi memungkinkan variasi pangan.

Ingin harga stabil

Di salah satu kantor kecil yang gelap di salah satu gang sempit di kawasan Pecinan di Bangkok, Supoj Vongjirattikarn sibuk dengan kedua telepon tangannya dan menghitung dengan cipoa.

Supoj Vongjirattikarn merupakan salah satu pedagang beras di Bangkok yang mengamati kondisi pasar internasional.

Perannya adalah menghubungkan para petani di penggilingan padi di Thailand dengan pembeli di luar negeri. Dan dia semakin sibuk saja.

"Thailand beruntung," katanya di sela-sela percakapan telepon.

"Kami mempunyai banyak beras pada saat saingan utama kami seperti Vietnam dan India tidak cukup untuk eksport."

Penyebab dari meningkatnya harga dunia sebenarnya amat kompleks.

Chookiat Ophaswongse, dari Asosiasi Eksportir Beras Thailand, mengatakan bahwa permintaan meningkat pesat dari pasar-pasar baru seperti Afrika.

Namun di sisi lain produksi menurun karena banyak petani yang berubah ke tanaman yang lebih menguntungkan untuk kebutuhan bahan bakar bio.

Beras, menurut Chookiar Ophaswongse, semata-mata mengikuti kecenderungan peningkatan harga pada komoditas lainnya.

Mimpi buruk

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, permintaan dunia akan melebihi pasokan yang ada.

Bagi WFP, skenario ini merupakan mimpi buruk.

WFP sudah ditekan untuk menyalurkan bantuan pangan tambahan bagi Afghanistan dan Bangladesh.

Dan kekuatiran amat tinggi atas dampak meningkatnya harga beras untuk negara seperti Korea Utara dan Timur Timur, yang amat ringkih dalam menghadapi kekurangan pangan.

Karena harga yang meningkat, negara-negara seperti itu tidak mampu lagi membeli beras di pasar internasional seperti pada masa-masa sebelumnya.

"Kami sekarang kuatir dengan penduduk perkotaan, yang biasanya tidak membutuhkan pertolongan kami," kata Tony Banbury.

"Penduduk yang bekerja sebagai buruh yang tidak punya mekanisme untuk menyesuaikan dengan harga baru, dan tidak bisa bercocok tanam untuk kebutuhan mereka," tambahnya.

Tapi apakah situasi ini membuat para petani beras di Thailand tertawa-tawa sambil berjalan menuju ke bang untuk menabung uang?

Sebenarnya kondisinya tidaklah segampang itu.

"Kami tidak suka kalau harga bergerak terlalu cepat," kata Chookiat Ophswongse.

"Sebagai eksportir kami bisa terperangkap juga. Jauh lebih mudah bagi kami untuk menanganinya jika harga stabil," tambah Chookiat.

Masalahnya, saat ini sepertinya tidak ada yang bisa menjamin harga beras akan stabil. ma

sumber: BBC

Kamis, 14 Februari 2008

Pemerintah Tidak Perpanjang Divestasi Newmont


PEMERNTAH menegaskan tidak akan memperpanjang waktu penyelesaian divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang ditetapkan sampai 22 Februari 2008.

Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM, Simon Sembiring, usai bertemu dengan sejumlah petinggi NNT di Jakarta, Kamis, mengatakan jangka waktu tersebut sudah cukup bagi Newmont.

"Kalau mereka mau, tiga jam pun divestasi bisa diselesaikan," katanya.

Menurut dia, pemerintah hanya meminta kesepakatan tertulis, tanpa notaris yang intinya menjelaskan bahwa NNT telah menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa.

"Kalau proses dengan notaris sampai 2-3 bulan, silahkan saja," ujarnya.

Ia juga menawarkan akan memfasilitasi pertemuan antara NNT dengan ketiga Pemda.

Simon mengatakan pemerintah juga siap menghadapi arbitrase yang kemungkinan diajukan Newmont.

"Kami akan ladeni," katanya.

Ia melanjutkan, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Pemerintah meminta NNT tetap fokus melaksanakan proses divestasi sesuai kesepakatan awal, yakni menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, hingga tanggal 22 Februari 2008.

Simon menambahkan, kesepakatan penjualan dua persen saham NNT dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak sesuai kesepakatan awal.

"Itu tidak boleh. Kabupaten Sumbawa tetap harus dapat tiga persen. Kesepakatan awal ini sudah sampai ke DPR, jadi harus dilaksanakan," katanya.

Begitu pula dengan pelibatan Grup Trakindo, Simon mengatakan hal itu tidak sesuai kesepakatan awal.

"Trakindo tidak ada dalam kesepatakan awal. Fokus saja ke tiga pemda," ujarnya.

Menurut dia, kalau sampai batas waktu 22 Februari tidak tercapai kesepakatan divestasi maka dirinya akan melaporkan ke Menteri ESDM.

Selanjutnya, terserah menteri apakah kontrak NNT akan diputus atau tidak.

Menurut dia, kalau kontrak telah diputus maka kegiatan tambang mesti dihentikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Senior Vice President and Chief Financial Officer Newmont Mining Corporation, Russell Ball, usai pertemuan mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses divestasi ke Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat, sebagaimana telah dilakukan ke Kabupaten Sumbawa.

"Kami tetap akan melaksanaan divestasi sesegera mungkin," katanya.

Menurut dia, pihaknya akan menempuh dua cara dalam menyelesaikan sengketa divestasi sesuai kontrak karya, yakni konsiliasi atau arbitrase.

Cara konsiliasi dilakukan tanpa melibatkan hakim, sedang arbitrase dengan hakim.

Juru bicara NNT Rubi W Purnomo mengatakan persoalan divestasi ini tidak mempengaruhi produksi tambang di Batu Hijau.

"Kegiatan tambang tetap jalan, tidak terganggu," katanya.

Sebelumnya, pada Senin (11/2), pemerintah melalui Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon Sembiring mengeluarkan status lalai (default) kepada NNT karena belum juga menyelesaikan proses divestasi 10 persen sahamnya.

Pemerintah memberi batas waktu sampai 22 Februari 2008 kepada NNT menyelesaikan proses divestasi yakni kesepakatan penjualan saham ke Pemda Kabupaten Sumbawa Barat sebesar tiga persen dan Kabupaten Sumbawa dan Propinsi NTB sebesar tujuh persen.

Namun, NNT telah meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penetapan status lalai tersebut.

Sesuai kontrak karya, sebanyak 51 persen saham PT NNT yang dimiliki asing didivestasikan secara bertahap kepada Pemerintah Indonesia.

Sebanyak 20 persen di antaranya telah dimiliki pihak Indonesia, yakni PT Pukuafu Indah, sedang 31 persen sisanya didivestasi sebanyak tiga persen tahun 2006, tujuh persen 2007, tujuh persen 2008, tujuh persen 2009, dan tujuh persen 2010. ma

sumber: ANTARA News

Danamon Butuh Ribuan Karyawan Baru

PT Bank Danamon Indonesia Tbk berencana menambah 5 ribu karyawan baru pada tahun ini. Penambahan karyawan tersebut dalam rangka ekspansi usaha perseroan.

Rencananya, Bank Danamon akan menambah 78 kantor cabang bank konvensional, 41 cabang Adira, dan 170 kantor baru untuk penjualan.

"Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Pulau Jawa dan Bali," kata CFO and Director Bank Danamon Vera Eve Lim, dalam paparan kinerja 2007, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Dengan demikian, dirinya optimistis bahwa Bank Danamon akan menjadi bank yang memiliki jumlah karyawan terbesar di Indonesia.

Dia juga mengatakan, Danamon saat ini menganggarkan belanja modal Rp600-700 miliar yang akan digunakan untuk membuka kantor cabang dan investasi IT.

"Kami juga berencana menerbitkan obligasi senialai Rp1,5 triliun pada semestar pertama tahun ini," katanya.sn

sumber: Okezone

Tahun Ini Gelar 'Outstanding Achievement' Disandang Telkomsel


Telkomsel kembali mendapat pengakuan sebagai yang terbaik dari ajang bergengsi Top Brand Award 2008 untuk kedua produk simcard-nya, yakni simPATI (kartu prabayar) dan kartuHALO (kartu pasca bayar) sebagai kartu pilihan utama selama sembilan tahun berturut-turut (2000-2008). Keberhasilan mempertahankan predikat ini membuat Telkomsel berhak memperoleh predikat “Oustanding Achievement” dalam merek-merek terbaik.

Penghargaan Top Brand 2008 didasarkan dari hasil survei lembaga survei independen Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing terhadap merek-merek pilihan masyarakat dengan 3 parameter, yakni: mind share, market share, dan commitment share. Berdasarkan parameter tersebut diperoleh indikator kekuatan merek yang disebut TBI (Top Brand Index).

Survei Top Brand 2008 dilakukan setiap tahun terhadap 3.000 responden yang tersebar di 6 kota besar Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar) yang melibatkan responden dari berbagai usia (15-65 tahun) dan lapisan masyarakat dari tingkat sosial ekonomi A hingga E.

Produk-produk Telkomsel memperoleh TBI tertinggi, cukup jauh dibanding nilai produk sejenis yang beredar di pasar. Untuk kategori SIM Card Prabayar, nilai TBI simPATI 36,1% (disusul Mentari 17,8% dan IM3 12,9%). Sedangkan kategori SIM Card Pascabayar, nilai kartuHALO 49,1% (disusul Matrix 16,0% dan XPlor 12,3%).

Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto mengatakan, “Penghargaan yang telah memasuki tahunnya yang ke-9 ini memiliki kompetensi tersendiri yang mampu menggambarkan kondisi pasar, di mana kedua produk Telkomsel tersebut memang merupakan produk yang paling diminati pasar pengguna ponsel di Indonesia. Saat ini simPATI telah digunakan sekitar 26 juta pelanggan dan kartuHALO 1,9 juta pelanggan atau digunakan 60% pengguna paskabayar”.

Persaingan pasar selular Indonesia semakin sengit dan menantang, apalagi dengan masuknya pemain-pemain baru baik itu dari luar maupun dari dalam dengan sokongan dana konglomerat lokal. Saat ini terdapat 8 operator yang memberikan layanan selular (full mobility) di Indonesia, yakni : Telkomsel, Indosat, Excelcom, Natrindo, Hutchison Indonesia, Mandara (Sampoerna Selular Indonesia), Mobile-8, dan Smart. Sementara untuk operator CDMA (limited mobility) terdapat 3 operator: Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), dan Esia (Bakrie).

“Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dengan berbagai produk dan layanan yang ditawarkan, tentunya konsumen dituntut untuk semakin cerdas dalam memutuskan produk yang dipilih. Penghargaan yang merupakan hasil pilihan langsung dari konsumen atau masyarakat luas ini merupakan sebuah bukti kepercayaan masyarakat yang telah merasakan nilai dan manfaat produk dan layanan Telkomsel yang dipakainya,” ungkap Suryo.

“Meraih predikat Outstanding Achievement di Top Brand Award 2008 ini mencerminkan konsistensi kami dalam upaya memberikan yang terbaik. Penghargaan ini tentunya menjadi tantangan bagi kami untuk terus berinovasi menghadirkan nilai tambah bagi kepuasan bagi pelanggan, sehingga di tahun-tahun ke depan Telkomsel tetap menjadi pilihan utama solusi komunikasi masyarakat Indonesia,” tegas Suryo.

Tingginya angka pengguna ponsel yang mempercayakan layanannya kepada Telkomsel dikarenakan produk-produknya relatif dapat memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok pelanggan dan calon pelanggan, yakni: jaringan yang luas, kualitas jaringan yang handal, kelengkapan fasilitas produk dan inovasi, kenyamanan pelayanan purna jual, dan tarif yang wajar.

Handi Irawan, Praktisi Marketing sekaligus penggagas TBA, mengatakan, “Survei selama sembilan tahun adalah kekuatan terbesar dalam penghargaan ini. Tidak mudah bagi merek untuk mempertahankan diri sebagai merek pilihan konsumen. Karenanya, merek yang berhasil menjadi merek yang kuat selama sembilan tahun benar-benar merupakan merek yang teruji.” Sn

Sumber Oke Zone

Rabu, 13 Februari 2008

Penjualan Toyota pada awal 2008 Bisa Digenjot

oleh SP Rahmat
Penjualan mobil awal 2008 yang menggembirakan (41.380 unit), menurut Joko Trisanyoto, Direktur Marketing PT. Toyota Astra Motor, masih bisa ditingkatkan lagi. Dalam sebuah perbincangan ringan dengan yang bersangkutan, Joko menyatakan banyak pengiriman yang tertunda karena berbagai hal. Tentu saja masalah bencana yang sedang menimpa beberapa daerah di tanah air menjadi salah satu sebabnya.

Awal tahun 2008 sendiri ATPM mobil Toyota ini berhasil menjual sebanyak 13.745 unit. Menurut Joko, penjualan terbesar Toyota itu diperoleh dari Avanza. “Beberapa produk kami masih harus indent. Termasuk truk Dyna juga indent,” kata Joko, di sela-sela acara AUTOCAR Readers Choice Award, tadi malam (12/2) di Menara Jamsostek, Jakarta.


Penjualan anggota Gaikindo di awal tahun ini memang menggembirakan. Hampir semua anggota Gaikindo memperlihatkan prestasi jualan yang lebih bagus dari penjualan periode yang sama tahun 2007 lalu. Misalnya Mazda yang pada Januari 2007 lalu hanya menjual sebanyak 75 unit, pada awal tahun 2008 berhasil meningkatkan penjualan menjadi 232 unit.


Begitu pula dengan merek-merek yang lain seperti Mitsubishi, Suzuki, Honda, Nissan, Daihatsu dan sebagainya. Namun dari angka-angka penjualan spektakuler yang dicatat para pebisnis otomotif di awal tahun 2008 itu, penjualan Nissan menjadi yang paling luar biasa. Awal tahun 2007 lalu Nissan menjual sebanyak 426 unit. Sedang awal tahun ini mencapai penjualan sebanyak 2.149 unit. Penjualan terbesar dari Nissan ini disumbang duet Livina : Grand Livina dan Livina XR. @

Menpera: Pembangunan RSh Gunakan Bahan Murah yang Kuat

oleh Prima Sp Vardhana

Dengan semakin besarnya kebutuhan rumah bagi masyarakat, sedangkan harga rumah serta bahan bakunya cenderung semakin mahal, maka diperlukan alternatif penggunaan bahan baku rumah yang tepat dan terjangkau. Terkait hal itu, Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy’ari melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Barat (Jabar), Rabu, (13/2), guna melihat kemungkinan penemuan bahan baku rumah yang murah.

Kunjungan Menpera ke Pusat Penelitian Pengembangan Permukiman (Puslitbangkim) Departemen Pekerjaan Umum di Bandung adalah untuk melihat dari dekat berbagai temuan yang bisa digunakan sebagai alternatif bahan baku konvensional.

“Dengan adanya temuan baru bahan bangunan murah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah karena berdasarkan catatan jumlah masyarakat yang belum punya rumah masih sangat besar angka terakhir mencapai 4,2 juta,” tutur Menpera.

Penggunaan bahan baku alternatif, antara lain yang terbuat dari bambu, batako hingga limbah, sangat cocok digunakan untuk pembangunan rumah swadaya yang menurut Menpera tercatat sekitar 80 persen pemenuhan kebutuhan rumahnya, berbanding 20 persen pemenuhan melalui perumahan formal.

Dikatakan Menpera, bisa saja pengadaan alat untuk menciptakan bahan baku rumah menggunakan dana APBN melalui program rumah swadaya. Penempatannya melalui proyek contoh kerjasama pemerintah daerah dengan kelompok kerja Kementerian yang ada di daerah bersangkutan.

Sekretaris Puslitbangkim PU, Supardi mengakui, banyak temuan yang sebenarnya bisa dipergunakan baik sebagai bahan bangunan maupun sebagai struktur dari suatu bangunan.

“Sayangnya untuk memperbanyak temuan tersebut belum banyak investor yang tertarik,” ujarnya.

Menpera beserta rombongan juga berkesempatan meninjau rumah contoh (prototype) rumah bambu plester (Mabuter) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang serta di Kampung Cisumun, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Penggunaan bahan bambu sebagai pengganti besi dan kayu diperkirakan akan menekan harga rumah menjadi 20 persen lebih murah. Menpera berpendapat, bambu bisa menjadi alternatif bahan bangunan yang menjanjikan karena selain harganya lebih murah, bambu mudah didapatkan di Indonesia.

Terkait backlog kebutuhan rumah di Indonesia yang cukup besar, dengan angka terbesar terdapat di Provinsi Jawa Barat, Menpera mengharapkan agar Pemprov Jabar bisa mendorong pemerintah kabupaten maupun kota untuk memberikan berbagai kemudahan bagi pengembang untuk membangun rumah. Kemudahan tersebut salah satunya terkait dengan perijinan.

Gubernur Jabar, Dani Setiawan pun menyambut baik adanya program-program pembangunan perumahan di wilayahnya. Terkait pembangunan perumahan swadaya, Dani mendukung adanya proyek percontohan (pilot project) perumahan swadaya dengan menggunakan bahan baku alternatif di wilayahnya. @

Apersi Targetkan Bangun 12 ribu RSh


ASOSIASI Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim menargetkan pembangunan rumah sederhana sehat (RSh) sebanyak 12 ribu unit.

Jumlah ini meningkat hingga 100 persen dibanding realisasi pembangunan RSh di Jatim pada 2007. Realisasi pembangunan RSh pada 2007 sebanyak 5.700 unit dari target sebanyak 7.500 unit.

"Kontribusi pembangunan terbesar masih dari Gresik yakni sekitar 40 persen. Sisanya berasal dari daerah lainnya," urai Ketua DPD Apersi Jatim, Nurhadi, Rabu (12/2/2008).

Daerah lainnya yang ikut andil memberikan pembangunan yakni Sidoarjo, Madura, Mojokerto, Kediri, Tulungagung, Pasuruan, Lumajang, Blitar, Banyuwangi, Madiun, dan Malang.

Mengenai melesetnya realisasi pembangunan RSh pada 2007, urainya, disebabkan beberapa faktor. Di satu sisi, faktor permintaan sangat besar jika dilihat dari jumlah PNS dan TNI-Polri.

Namun, selama ini harga jual ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 49 juta per unit. Di sisi lain, banyak kendala dimana pengeluaran selain material bangunan cukup tinggi dan kontribusinya mencapai 20-30 persen dari harga jual.

"Selama ini edukasi tentang RSh ke pemkab/pemkot masih belum maksimal. Sehingga sebagian besar kebijakan pemkab/pemkot masih belum mendukung pembangunan RSh," katanya.

Listrik Gratis

Selain itu, Apersi juga meminta jaringan listrik ke perumahan sederhana sehat (RSh) tidak dikenakan biaya atau gratis. "Selama ini jaringan listrik yang dialirkan ke RSh dikenakan biaya yang sama seperti perumahan untuk komersial. Padahal RSh kan rumah non komersial yang ditujukan kepada PNS dan TNI-Polri," kata Ketua DPD Apersi Jatim, Nurhadi, Rabu (12/2/2008).

Menurutnya pengembang dikenakan dua biaya untuk penyambungan listrik oleh PLN, yakni biaya jaringan dan biaya sambungan rumah (SR). Dalam perhitungan, setiap unit RSh terkena beban biaya sebesar Rp 4,6 juta untuk pemasangan listrik ke masing-masing rumah.

"Perinciannya, biaya pemasangan jaringan sebesar Rp 2,8 juta dan SR sebesar Rp 1,7 juta," kata Nurhadi.

Seharusnya pemasangan jaringan dibebankan kepada PLN bukan kepada pembeli RSh. Kalau dibebankan kepada pembeli, kasihan mereka. Hal ini akan berdampak kepada kualitas rumah yang dibangun.

Sarana dan Prasarana
Selain masalah pemasangan jaringan listrik, Apersi juga mengeluhkan pengenaan sarana dan prasarana serta legalisasi sertifikat. Selama ini Kakanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim menegaskan hanya mengenakan biaya sebesar Rp 500 ribu untuk pengurusan sertifikat rumah.

Namun, dalam realisasi di lapangan para pengembang dikenakan biaya sertifikat hingga Rp 1,5 juta per rumah. "Seharusnya instruksi dari kakanwil BPN bisa dilaksanakan secara merata oleh seluruh jajaran yang ada di Jatim," urainya.

Masalah prasarana lain seperti air dan akses jalan menuju ke RSh selama ini juga jarang diperhatikan pemkab/pemkot. Sehingga para pengembang harus mengerem biaya pembangunan RSh dan sebagian dialokasikan untuk pembangunan akses jalan.

"Masalah sarana dan prasarana seharusnya didukung penuh pemkab/pemkot terutama dalam penyuksesan pembangunan RSh. Kecuali kalau pembangunan rumah komersial, semuanya ditanggung pengembang," paparnya. @

sumber: BeritaJatim

Minggu, 10 Februari 2008

Yahoo! Inc Berencana Tolak Pinangan Microsoft Corp


 Yahoo! Inc berencana menolak tawaran pengambilalihan senilai US$44,6 miliar oleh Microsoft Corp, ungkap sumber yang mengetahui rencana itu.

Dewan direksi menghabiskan waktu seminggu untuk menilai tawaran US$31 per saham sebelum memutuskan bahwa harga itu terlalu rendah. Para direktur mungkin menolak tawaran itu besok, kata sumber yang tidak mau disebut namanya itu.

Yahoo menginginkan harga terendah US$40 per saham. Keputusan ini semakin menekan pendiri bersama Jerry Yang untuk mengungkapkan kepada investor strategi menggairahkan kembali saham perseroan yang nilainya merosot hingga setengahnya dalam dua tahun sebelum penawaran diajukan.

Dia mungkin melirik Google atau mencari pembeli lainnya, meski analis mengatakan tidak mungkin ada opsi lain dan Microsoft akan menaikkan tawarannya.

sumber: Bisnis/Bloomberg

Harga Gas Naik Pengaruhi Keramik

 Kenaikan harga BBM termasuk gas akan mempengauhi harga keramik meskipun saat ini belum dilakukan penyesuaian tidak tertutup kemungkinan dalam beberapa bulan ke depan akan naik.

"Ada kemungkinan untuk naik mengingat gas yang merupakan komponen terbesar pembuatan keramik harganya terus terkoreksi," kata Manager Proyek Produsen Keramik Granito Maria Magdani di Jakarta, Sabtu (9/2).

Maria yang ditemui usai menandatangani kesepakatan kerjasama dengan apartemen The Lavande yang berlokasi di Jalan Sahardjo mengatakan, di pasaran saat ini produk Granito masih berkisar Rp150 sampai Rp300 ribu per meter persegi.

Namun dirinya belum mengetahui sampai kapan pihaknya dapat mempertahankan harga keramik di pasar. "Mungkin kalau produsen lain mulai merevisi harga, kami juga akan melakukan hal yang sama," ujarnya.

Granito yang produknya menggunakan lisensi dari Australia diproduksi PT Granitoguna Building Ceramic masih satu grup dengan Djabesmen memiliki pabrik di kawasan Lemah Abang Bekasi Jawa Barat.

"Kapasitas maksimal pabrik dalam setahun dapat mencapai 2 juta meter persegi akan tetapi perusahaan saat ini baru menjalankan sampai 60 persen menyesuaikan permintaan pasar," ujarnya.

Konsumen Granito sendiri menurut pengakuan Maria berasal dari rumah-rumah maupun apartemen menengah atas mengingat harganya di atas harga keramik yang ada di pasar saat ini.

Menurutnya, Granito memiliki kualitas porselen atau sedikit di atas keramik biasa. Terbukti dari hasil test kekuatannya mencapai di atas 450 kilogram per centimeter kubik, sementara keramik biasa 300 kilogram per centimeter kubik.

Granito sendiri masuk di pasar Indonesia pada tahun 1998 dengan merek di pasar Indonesia seperti Aurora, Salsa, Palazzo, serta Castello. Masing-masing punya pasar sendiri, paparnya.

Maria mengatakan, pihaknya memang lebih banyak menjual produknya kepada institusi. "Mungkin hampir sama dengan yang dijual secara ritel di pasar," katanya. (net/kmp)

Tetap Romantis dan Hot Walau Sudah Lansia


Gaya hidup sangat mempengaruhi penampilan untuk menjadi awet muda atau sebaliknya, muka tua. Mengatur pola makan setelah berusia 40 tahun ke atas, menjadi sangat penting. Asupan gizi seimbang sangat diperlukan tubuh jika ingin awet muda dan berusia lanjut dalam keadaan tetap sehat.

Status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan refleksi dari apa yang kita makan sehari-hari. Status gizi dikatakan baik bila pola makan kita seimbang. Artinya, banyak dan jenis makanan yang kita asup harus sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Bila yang dimakan melebihi kebutuhan, tubuh akan kegemukan. Sebaliknya, bila yang dimakan kurang dari yang dibutuhkan, tubuh bakal kurus dan sakit-sakitan. Kegemukan juga tidak berarti sehat karena dapat memacu timbulnya berbagai penyakit.

Status gizi kurang atau status gizi lebih akan berdampak kurang baik terhadap kesehatan tubuh. Kedua keadaan yang ekstrem tersebut dinamakan status gizi salah. Status gizi seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain tingkat pendapatan, pengetahuan gizi yang dimiliki, serta budaya setempat. Tingginya pendapatan yang tidak dibarengi dengan pengetahuan gizi yang cukup, akan mendorong seseorang bersifat konsumtif yang membabi buta.

Pemilihan makanan sering hanya didasari oleh pertimbangan selera dan bukan lagi atas dasar pertimbangan gizi. Meningkatnya taraf hidup sering mendorong seseorang untuk mengubah pola makannya, dari pola yang benar menjadi pola yang salah, dari pemilihan makanan yang sederhana menjadi pemilihan makanan mewah yang sesungguhnya kurang bermanfaat bagi tubuh.

Sesungguhnya, menu makanan mewah tidak selalu baik untuk kesehatan, bahkan dapat mengancam keselamatan dan mempercepat proses kematian. Menu-menu mewah biasanya ditandai oleh pemakaian daging, telur, susu, lemak hewan, gula, garam, dan tepung yang tinggi. Menu mewah juga sering mengandung bahan tambahan makanan (food additives) yang berlebihan.

Makanan dan Umur Panjang
Makanan yang baik mengandung semua zat gizi (karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air) dalam jumlah berimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Makanan yang baik akan membentuk tubuh menjadi sehat. Kesehatan akan menyebabkan organ-organ tubuh berfungsi dengan baik dan selama mungkin, sehingga umur harapan hidup akan semakin tinggi.

Menurut beberapa ahli, anatomi tubuh manusia lebih mendekati kelompok hewan herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan) daripada kelompok hewan karnivora (pemakan daging). Barangkali itulah sebabnya mengapa kelompok vegetarian yang hanya makan biji-bijian, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, banyak anggotanya yang mencapai umur panjang.

Mengingat daging lebih mudah dicerna daripada tumbuhan, panjang usus hewan karnivora selalu lebih pendek daripada herbivora. Padahal, manusia memiliki saluran pencernaan yang sangat panjang, yaitu sekitar 9 meter dari rongga mulut hingga anus. Dengan demikian, manusia lebih condong ke pola makan nabati.

Orang-orang Eskimo (hidup di Kutub Utara), 90 persen makannya daging, ternyata hanya dapat hidup sehat sampai umur 25 tahun. Di atas usia tersebut banyak di antara mereka yang mengidap berbagai penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang disebabkan oleh menurunnya fungsi-fungsi organ tubuh.

Sementara itu, banyak suku bangsa, seperti suku Hunza di Pakistan, Caucasus di Rusia, dan masyarakat di sekitar Pegunungan Andes, umurnya dapat mencapai lebih dari 100 tahun, dengan tekanan darah normal dan keadaan kolesterol baik. Mereka umumnya adalah pemakan biji-bijian, sayuran, buah-buahan, susu, dan sedikit daging.

Hal yang dapat diamati pada kelompok orang yang mampu hidup sehat di atas 100 tahun adalah: (1) Masukan kalori mereka umumnya tergolong tidak banyak, melainkan hanya berkisar antara rendah sampai sedang, (2) Banyak makan berbagai jenis karbohidrat kompleks dan berserat (seperti beras, jagung, ubi-ubian, dsb), (3) Masukan proteinnya tergolong rendah, tetapi tidak kurang, (4) Masukan lemak jenuhnya (lemak hewani) tergolong sedikit atau kurang.

Hambat Usia Biologis
Proses menua adalah proses yang alami untuk semua makhluk hidup dan tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menghentikannya. Yang dapat kita lakukan sebagai makhluk Tuhan adalah upaya-upaya untuk menghambat berjalannya proses menua tersebut.

Proses menjadi tua merupakan kelanjutan dari pertumbuhan dan perkembangan tubuh seseorang. Dari bayi hingga remaja telah terjadi proses pertumbuhan yang disertai dengan meningkatnya ukuran dan efisiensi tubuh. Setelah usia 40 tahun, mulailah proses penuaan berlangsung cepat, yaitu ditandai dengan menurunnya efisiensi kerja tubuh.

Apakah tanda-tanda orang mulai menua? Yang paling umum adalah: rambut mulai memutih, mata mulai lamur, telinga kurang daya tangkapnya, daya pencium dan pengecap mulai tumpul, serta daya kekebalan tubuh terhadap berbagai infeksi mulai merosot. Otot-otot mulai kendur, sebab sebagian telah mati dan diganti dengan jaringan-jaringan pengikat yang tidak elastis. Pada wanita, gejala ketuaan juga ditandai oleh datangnya masa menopause.

Satu hal yang harus diingat bahwa tidak semua orang yang berusia di atas 40 tahun berarti telah mulai tua. Dalam praktik sehari-hari, usia tidak menjadi ukuran ketuaan seseorang. Usia itu mempunyai dua pengertian, yaitu usia kronologis (usia kalender) dan usia biologis. Usia kronologis adalah usia yang selalu bertambah setiap tahun. Memperingati hari ulang tahun berarti memperingati pertambahan usia kronologis.

Berbeda halnya dengan usia kronologis, usia biologis ini erat kaitannya dengan kondisi sel-sel dan jaringan tubuh. Kondisi tersebutlah yang sesungguhnya menentukan tua-tidaknya seseorang. Itulah sebabnya, mengapa orang yang sudah berusia 50 tahun dapat saja tampak seperti baru berusia 40 rahun, sebaliknya yang berusia 40 tahun bisa tampak seperti sudah 50 tahun. Usia biologis inilah yang dapat kita hambat prosesnya.

Usia biologis erat kaitannya dengan gizi dan kesehatan seseorang. Karena itu, pengaturan gizi yang tepat dibarengi dengan olahraga teratur dan terprogram merupakan langkah awal untuk memperlambat proses menua dan cara terbaik untuk hidup sehat.

Kebutuhan Energi Berkurang
Makin bertambah usia, makin berkurang kegiatan faali, yang berarti pula makin berkurang jumlah energi yang dibutuhkan. Dengan demikian, sudah selayaknya membatasi jumlah makanan yang diasup, agar tubuh tidak kegemukan. Bahkan, ada yang menganjurkan agar berat badan berada sedikit di bawah standar.

Pesumo-pesumo di Jepang yang berat badannya berlebih, jarang dapat bertahan hidup sehat sampai umur 50 tahun. Percobaan dengan tikus memperkuat pendapat tersebut, yakni pembatasan jumlah energi akan memperpanjang usia tikus. Penduduk di Caucasus banyak yang berhasil mencapai usia panjang hanya dengan pola makan tidak berlebihan.

Orang yang makan berlebihan cenderung akan mengalami kematian lebih awal. Makanan yang berlebih akan memberikan nilai energi yang berlebih pula. Kelebihan energi tersebut akan disimpan tubuh dalam bentuk timbunan lemak.

Kelebihan 3.500 kilokalori energi dapat memproduksi 0,45 kg lemak. Kelebihan 1.000 kilokalori per hari akan menambah 1 kg timbunan lemak per minggu. Dengan demikian, orang yang makan berlebih secara terus-menerus akan mudah mengalami obesitas (kegemukan).

Umur pendek bagi penderita obesitas telah lama diketahui, bahkan sudah dinyatakan oleh Hippocrates (460-364 SM). Orang gemuk mempunyai peluang lima kali lebih mudah terkena kanker daripada yang kurus, lima kali lebih mudah menderita diabetes melitus (kencing manis), dan delapan kali lebih mudah terserang penyakit jantung.

Menurut WHO, seseorang yang telah berumur 40 tahun sebaiknya menurunkan konsumsi energi sebanyak 5 persen dari kebutuhan sebelumnya, kemudian pada usia 50 tahun dikurangi lagi sebanyak 5 persen. Selanjutnya pada usia 60-70 tahun, dikurangi lagi 10 persen, setelah di atas usia 70 tahun sekali lagi dikurangi 10 persen. Kebutuhan energi pria dan wanita Indonesia yang berusia 40 tahun ke atas dapat dilihat pada tabel.

Kurangi Lemak Turunkan Risiko Kematian
Lemak adalah penyumbang energi terbesar per gramnya dibandingkan penghasil energi yang lain, yaitu karbohidrat dan protein. Satu gram lemak menghasilkan 9 kilokalori, sedangkan satu gram protein dan karbohidrat masing-masing menghasilkan 4 kilokalori. Fungsi lain dari lemak adalah sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K untuk keperluan tubuh.

Karena total kebutuhan energi telah menurun di atas usia 40 tahun, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan berlemak, terutama lemak hewani yang kaya akan asam lemak jenuh dan kolesterol. Lemak nabati umumnya tidak berbahaya karena banyak mengandung asam lemak tidak jenuh dan tidak mengandung kolesterol.

Sumbangan energi dari lemak sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari total kebutuhan energi per hari. Akan lebih baik lagi jika kontribusi dari asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh tunggal, dan asam lemak tidak jenuh majemuk, masing-masing dapat berkontribusi sebesar 10 persen.

Kadar normal untuk kolesterol adalah sekitar 150-190 mg/100 ml darah. Namun, ada pula yang menyatakan bahwa 220 mg/100 ml darah masih termasuk normal. Bila kadar kolesterol melebihi 220 mg dan mencapai 270 mg/100 ml darah, kemungkinan mendapat serangan jantung menjadi dua kali lipat. Bila kadarnya mencapai 300 mg/100 ml darah, risiko serangan jantung menjadi lima kali lipat.

Dalam menu masyarakat Amerika Utara, 45–50 persen energi berasal dari lemak. Konsumsi lemak jenuh yang tinggi menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, seperti aterosklerosis (penyumbatan dinding arteri), penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah, kelumpuhan, dan berbagai kanker (rahim, prostat, payudara, dan usus besar).
Konsumsi lemak yang tinggi disertai dengan gaya hidup yang banyak duduk, dapat menyebabkan obesitas. Hal tersebut pada gilirannya akan mencetuskan penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan jantung koroner.

Penduduk Amerika Serikat yang dikenal suka makanan mewah, banyak yang menderita obesitas pada usia relatif muda. Sekitar 10-20 persen dari seluruh anak-anak dan 35-50 persen dari penduduk setengah baya mempunyai berat badan berlebih.

Selain kurang sedap dipandang, kegemukan juga mempercepat proses kematian. Pria yang berat badannya 10 persen di atas ideal akan mempunyai peluang kematian 30 persen lebih tinggi daripada yang ideal, sedangkan yang mempunyai berat badan di atas 20 persen dari berat idealnya mempunyai risiko kematian 50 persen lebih tinggi.

Konsumsi garam tinggi juga merupakan ciri khas menu mewah. Konsumsi garam yang tinggi ini menyebabkan timbulnya penyakit hipertensi (darah tinggi). Seorang pria AS yang berusia 35 tahun dengan tekanan darah 14 persen di atas normal akan kehilangan harapan hidup sebesar 9 tahun. Sementara pria usia 45 tahun dengan tekanan darah 17 persen di atas normal, akan menghadapi risiko serangan jantung dua kali lipat dan kelumpuhan empat kali lipat dibandingkan pria seusianya dengan tekanan darah normal.

Pilih Protein Bermutu dan Mudah Dicerna
Kebutuhan protein untuk usia 40 tahun, tetap sama seperti pada usia sebelumnya. Namun, karena sintesis protein di dalam tubuh tidak sebaik waktu masih muda dan banyak terjadi kerusakan sel yang harus segera diganti, perlu dipilih makanan yang kandungan proteinnya bermutu tinggi dan mudah dicerna.

Beberapa sumber protein hewani yang umum dikonsumsi adalah susu, telur, daging, dan ikan. Protein nabati, seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, dan lain-lain, juga baik dikonsumsi, terutama bila ingin menghindari naiknya kadar kolesterol di dalam darah.

Jumlah protein yang dikonsumsi sebaiknya dapat menyediakan 8-10 persen dari keseluruhan energi yang dibutuhkan per hari. Konsumsi protein yang berlebih juga tidak baik karena dapat memperberat kerja ginjal, yang pada usia di atas 40 tahun sudah menurun kemampuannya.

Kurangi Gula, Perbanyak Asupan Serat
Gula adalah salah satu komponen karbohidrat yang banyak disoroti dalam kaitannya dengan usia di atas 40 tahun. Menurunnya daya cicip di usia lebih tua, menyebabkan gula sering dipakai sebagai pembangkit cita rasa dan pemacu selera makan.

Konsumsi gula sebaiknya dibatasi karena gula adalah zat hampa gizi. Dikatakan demikian karena gula hanya mengandung energi, tidak mengandung zat lainnya. Konsumsi gula berlebih akan memberikan rasa kenyang, sehingga menekan selera untuk mengonsumsi makanan lain yang lebih bergizi, yang sangat dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.

Di dalam tubuh, gula akan cepat diserap oleh usus, sehingga menyebabkan cepatnya perubahan kadar gula di dalam darah dan memungkinkan terjadinya penyakit obesitas dan diabetes. Dengan demikian, keinginan untuk memakan yang manis-manis sebaiknya dialihkan ke buah-buahan. Ada beberapa manfaat ganda yang dapat diperoleh dari memakan buah-buahan, yaitu sumber mineral, vitamin, dan serat (dietary fiber).

Serat pangan adalah komponen karbohidrat lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Walaupun tidak mengandung zat gizi yang penting bagi tubuh, serat sangat dibutuhkan untuk kesehatan.

Telah terbukti serat dapat mengurangi terjadinya sembelit (susah buang air besar) dan mencegah berbagai penyakit, seperti jantung koroner, kanker usus besar, kencing manis, divertikulosis (penonjolan bagian luar usus seperti bisul), batu empedu, sakit gigi, dan kegemukan.

Meredam Serangan Radikal Bebas
Banyak teori yang telah digunakan untuk menjawab mengapa proses menua terjadi. Salah satu teori yang menarik adalah teori radikal bebas. Teori ini menyatakan bahwa proses menua terjadi akibat adanya reaksi antara radikal bebas dengan sel-sel serta jaringan-jaringan tubuh, sehingga bersifat merusak. Senyawa-senyawa yang memiliki kandungan radikal bebas selalu terdapat di sekeliling kita, misalnya ozon, peroksida, aldehida, dan sebagainya.

Secara alami, semua sel jaringan dapat menahan serangan radikal bebas karena di dalam sel terdapat enzim-enzim khusus yang dapat melawan zat tersebut, seperti superoksida dismutase (SOD), glutation peroksida, dan katalase. Namun, seiring meningkatnya usia, kemampuan enzim tersebut untuk menahan serangan radikal bebas semakin menurun. Bila keadaan ini terus berlanjut, akhirnya akan menimbulkan kerusakan dan kematian sel-sel, sehingga kulit mudah keriput dan menjadi tua.

Bukti-bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa pemberian vitamin C dan E (keduanya merupakan antioksidan) pada hewan percobaan dapat membantu sel dalam meredam serangan radikal bebas tersebut. Dengan demikian, buah-buahan dan sayur-sayuran yang merupakan sumber vitamin C sangat baik untuk memperlambat proses menua. Demikian juga halnya dengan kecambah biji-bijian yang banyak mengandung vitamin E.

Vitamin A telah lama diketahui perannya dalam kesehatan mata. Selain itu, vitamin A juga berperan dalam melindungi kulit (mengganti sel-sel epidermis yang rusak) dan melindungi bintik-bintik di wajah. Belakangan ini banyak sekali kosmetik yang mengandung bahan aktif vitamin A atau betakaroten (provitamin A).

Kelompok vegetarian murni perlu banyak mengonsumsi tempe, yang kaya akan vitamin B12. Vitamin B12 umumnya banyak terdapat pada produk-produk hewani. Kekurangan vitamin tersebut dapat menyebabkan anemia (kurang darah). Kandungan vitamin B12 pada tempe 1,5-6,3 mikrogram/100 g tempe, sedangkan yang dibutuhkan per hari untuk hidup sehat 3 mikrogram.

Sumber : Gaya Hidup Sehat


Prof. DR. Made Astawan

Jumat, 08 Februari 2008

Siapkan Jaringan Online di 2.523 SPBU


Rencana Pembatasan Bensin-Solar di Jawa-Bali

Pemerintah terus mematangkan kebijakan pembatasan konsumsi premium dan solar. Meski mekanisme pelaksanaannya belum dibuat secara detail, pemerintah sudah mengantongi butir-butir panduan untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, panduan utamanya adalah semua kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil pribadi dan umum, akan dikenai pembatasan. "Khusus mobil mewah dan moge (motor gede, Red) sudah pasti tidak boleh membeli BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi," ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam (7/1).

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menerapkan sistem pembatasan konsumsi premium-solar. Nanti setiap kendaraan mendapat jatah pembelian bahan bakar per hari. Volume pembelian dikendalikan melalui kartu pintar (smart card) yang ditempel di kaca depan kendaraan.

Selanjutnya, kartu yang memiliki barcode tersebut akan dibaca dengan alat pemindai di SPBU berapa volume maksimal yang boleh dibeli setiap hari. Bila melebihi jatah volume, otomatis pembelian ditolak.

Tubagus mengakui, saat ini pihaknya memang baru memiliki gambaran umum mekanisme pembatasan konsumsi premium-solar. Terkait mekanisme teknis pelaksanaan, kuota masing-masing kendaraan, kriteria mobil mewah, bagaimana jika satu keluarga memiliki beberapa mobil, dan seabrek hal teknis lain hingga kini masih dalam kajian. "Ini memang luar biasa kompleks sebelum benar-benar diberlakukan," katanya.

Karena itu, lanjut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan survei lanjutan untuk memetakan karakteristik perilaku konsumsi premium-solar di masyarakat. "Yang akan kami survei adalah kebutuhan, bukan keinginan," terangnya.

Untuk itu, kata Tubagus, pihaknya akan menggandeng konsultan independen yang memiliki kapabilitas untuk melakukan survei. Di antara yang akan disurvei, kebutuhan konsumsi per hari bagi pemilik kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan umum.

Hasil survei tersebut selanjutnya dibuatkan angka rata-rata untuk menentukan kuota yang akan diterapkan bagi masing-masing jenis kendaraan. Untuk kendaraan umum, lanjut dia, jelas kuotanya akan lebih besar dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Sebab, jarak tempuh harian kendaraan umum memang lebih jauh. "Hal seperti ini juga kami perhitungkan," ujarnya.

Bagaimana angka kuota 5 liter per kendaraan per hari yang sempat diberitakan di media? "Itu tidak benar. Sebab, baru akan dihitung lewat survei," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Tubagus juga mengklarifikasi pernyataan anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo Rabu lalu (6/2). Saat itu, Adi mengatakan, kebijakan pemerintah itu dilaksanakan Mei 2008 dan diberlakukan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Kemudian, kebijakan itu dilakukan di Jawa dan Bali pada akhir 2008.

"Yang benar, akan dilakukan di wilayah Jawa-Bali secara serentak," tegas Tubagus. Alasannya, lanjut dia, jika tidak dilakukan secara serentak, sistem tersebut tidak akan efektif. Sebab, pemilik kendaraan di daerah pinggiran bisa membeli premium-solar di daerah lain yang belum dibatasi.

Menurut dia, sukses tidaknya pelaksanaan sistem distribusi tertutup memang erat berkaitan dengan prinsip isolasi. Artinya, wilayah pelaksanaan memang harus terisolasi dalam suatu pulau. "Dengan begitu, baru akan efektif," tuturnya.

Tubagus mengakui, pemberlakuan serentak tersebut mengandung konsekuensi besar. Sebab, pihaknya harus menyiapkan jaringan online di seluruh SPBU Jawa-Bali yang jumlahnya 2.523 unit. Tujuannya, barcode atau smart card dapat terbaca dan datanya tercatat atau teregister di seluruh jaringan SPBU se-Jawa-Bali.

Untuk itu, lanjut dia, BPH Migas akan mengembangkan perangkat Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang saat ini dimiliki dan digunakan untuk memantau proses distribusi BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. "Basic-nya sudah ada, tinggal dikembangkan," ujarnya.

Mengingat kompleksitas yang begitu tinggi, apakah BPH Migas optimistis bisa menerapkan sistem tersebut Mei nanti? "Itu harapan kami. Selanjutnya, kita lihat saja nanti," katanya.

Tubagus, tampaknya, bersikap realistis. Dia mengatakan, detail teknis pelaksanaan sistem tersebut memang sangat bergantung seberapa cepat hasil data survei tentang karakteristik perilaku konsumsi BBM bersubsidi didapat.

Padahal, lanjut dia, hingga kini pun konsultan independen yang akan digandeng belum ditentukan. Tubagus mengatakan, pihaknya juga tidak akan asal tunjuk. Sebab, itu berkaitan dengan proyek pemerintah sehingga prinsip transparansi harus dikedepankan. "Kemungkinan akan ada semacam beauty contest untuk perusahaan konsultan," jelasnya.

Itu pun, kata dia, baru bisa dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab, proyek tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit. Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya segera berkoordinasi dengan menteri keuangan untuk membahas dana yang dibutuhkan untuk proses survei maupun dana keseluruhan untuk pelaksanaan pembatasan premium-solar tersebut.

Yang jelas, kata Tubagus, rencana pembatasan itu ditujukan untuk mengajak masyarakat berhemat. Sebab, lanjut dia, kuota distribusi BBM bersubsidi memang dibatasi oleh pagu dalam APBN 2008, yakni premium 16.950 kiloliter (KL), minyak tanah 7.886.525 KL, dan solar 11.000.000 KL. Karena itu, sudah sepatutnya konsumsi masyarakat juga dibatasi. "Mohon ini dimengerti semua pihak," pintanya.

Selain BPH Migas, pekerjaan besar akan dipikul Pertamina atas pemberlakuan sistem tersebut. Menyikapi hal itu, Vice President Komunikasi PT Pertamina Wisnuntoro mengatakan, pihaknya segera menyusun persiapan yang diperlukan untuk mendukung program tersebut. "Intinya, kami selalu siap," ujarnya ketika dihubungi tadi malam.

Menurut dia, persiapan utama akan difokuskan pada SPBU-SPBU milik Pertamina maupun pengusaha yang tergabung dalam Hiswana Migas. "Kami segera berkoordinasi," katanya.

Terkait kesiapan produk BBM, Wisnuntoro mengaku tidak ada masalah. Pihaknya juga akan menyiapkan antisipasi atas melonjaknya permintaan Pertamax maupun Pertamax Plus jika nanti pembatasan premium-solar diberlakukan.

Menurut dia, hal tersebut bisa diatasi dengan men-setting operasional kilang Pertamina. Misalnya, menambah produksi Pertamax maupun Pertamax Plus. Dia mengatakan, itu bukan merupakan hal sulit untuk dilakukan. "Jadi, mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar," ujarnya. (sumber:jawapos)

teks foto: ANTREAN pembelian BBM pasti akan lebih padat jika kebijakan pembatasan bensin-solar diberlakukan di Jawa dan Bali